1. What is an alternative livelihood?
An alternative livelihood provides local communities, who are involved in
unsustainable resource utilization, with a sustainable livelihood. This
sustainable livelihood must be profitable, not harmful to the environment,
and should be able to continue for a long period of time. People who take
part in activities that destroy the environment, such as blast fishing or reef
gleaning, need to switch to an alternative livelihood before there is nothing
left for future generations to use and enjoy.
2. What kind of alternative livelihoods are being developed in
Komodo National Park?
Pelagic fisheries, seaweed culture and grouper mariculture are three
profitable alternative livelihood programs that are being introduced to
residents in and around Komodo National Park.
3.1: Pelagic Fisheries
1. What is pelagic fisheries?
Pelagic fisheries is the capture of fishes that live in the open ocean, such as
schools of tuna and mackrel.
2. Why is pelagic fisheries a good alternative livelihood in Komodo
National Park?
Not only are pelagic fishes abundant in the waters around Komodo National
Park, but they also have a relatively high market value, especially when kept
fresh on ice and exported to markets in Bali or major cities in Indonesia. As
traditional means of pelagic fishing can only exploit a small portion of these
oceanic species, over-exploitation is less likely to occur compared to reef
fishing.
3. What other income can local villagers create from pelagic fisheries?
Pelagic fishes can be processed in several traditional ways and sold to
markets. Some examples are: steamed tuna (ikan pindang), fish balls, dried
fish, smoked fish and fish floss (abon).
4. How do traditional fishermen catch pelagic fish?
There are many ways to catch pelagic fish. Fishermen can use a hook and
line lowered from a still boat using dead or live fish as bait. Or, they can drag
a hook and line from behind a moving boat using real fish as bait. Some
fishermen attract pelagic fish by using strips of plastic that look like squid, or
shiny metal objects that resemble small silverfish. Others use fish aggregating
devices (FADs).
5. What is a fish aggregation device (FAD?)
A fish aggregation device is any solid object that floats in the water.
Fishermen anchor FADs in deep water to attract large schools of fish so they
are easy to catch with hook and line or nets.
Sunday, April 29, 2012
What kind of coral reef resource issues are there in Komodo National Park?
The coral reef resources of Komodo National Park are most seriously
threatened by fishing communities from Sape, South Flores and Sulawesi
who reap a stunning 83% of the fishing yields from Komodo National Park.
One of the largest threats to the reef resources of the Park by these outside
groups is over-fishing through the use of hookah compressors. Because
hookah compressors are used for destructive fishing practices, the local
government has outlawed this fishing gear. Cyanide fishing and blast-fishing,
which are performed in conjunction with hookah diving still persists although
the incidents of blast fishing have dropped 80% since 1996 when
enforcement patrols became active in the Park. Various other fishing gear
such as bottom long-lines and heavy hook-and-line also threaten to decimate
predatory fish populations such as sharks and groupers. The use of gill nets
threaten many kinds of fish, turtles and marine mammals. Reef gleaning by
Park residents is also a problem on shallow reefs in and around the Park
although this destructive activity seems to be decreasing over recent years.
Increasing marine pollution and tourism, on the other hand, may threaten
the coral reefs in Komodo National Park if coastal development and tourism
development is not managed properly.
2. What is over-fishing?
Simply put, over-fishing is taking too many fish or other
animals from the sea than nature can reproduce. When adult
populations of fish or other marine animal species become
too low, they can no longer breed in effective numbers and
these animals may be at risk of local extinction. Fishing in
spawning aggregation sites is particularly hazardous to fish
populations because breeding adults are eliminated over a
very short period of time. Over-fishing not only makes it
more difficult for people to continue to find food
and earn an income, but the elimination
of even one species of fish or marine
animal from a marine
ecosystem can have a
negative chain-effect on
the rest of the sea.
threatened by fishing communities from Sape, South Flores and Sulawesi
who reap a stunning 83% of the fishing yields from Komodo National Park.
One of the largest threats to the reef resources of the Park by these outside
groups is over-fishing through the use of hookah compressors. Because
hookah compressors are used for destructive fishing practices, the local
government has outlawed this fishing gear. Cyanide fishing and blast-fishing,
which are performed in conjunction with hookah diving still persists although
the incidents of blast fishing have dropped 80% since 1996 when
enforcement patrols became active in the Park. Various other fishing gear
such as bottom long-lines and heavy hook-and-line also threaten to decimate
predatory fish populations such as sharks and groupers. The use of gill nets
threaten many kinds of fish, turtles and marine mammals. Reef gleaning by
Park residents is also a problem on shallow reefs in and around the Park
although this destructive activity seems to be decreasing over recent years.
Increasing marine pollution and tourism, on the other hand, may threaten
the coral reefs in Komodo National Park if coastal development and tourism
development is not managed properly.
2. What is over-fishing?
Simply put, over-fishing is taking too many fish or other
animals from the sea than nature can reproduce. When adult
populations of fish or other marine animal species become
too low, they can no longer breed in effective numbers and
these animals may be at risk of local extinction. Fishing in
spawning aggregation sites is particularly hazardous to fish
populations because breeding adults are eliminated over a
very short period of time. Over-fishing not only makes it
more difficult for people to continue to find food
and earn an income, but the elimination
of even one species of fish or marine
animal from a marine
ecosystem can have a
negative chain-effect on
the rest of the sea.
PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL KOMODO
1. Kapan Taman Nasional Komodo didirikan?
Taman Nasional Komodo didirikan pada tahun 1980.
2. Apa tujuan yang diinginkan dari Taman Nasional Komodo?
Taman Nasional Komodo menjalankan empat fungsi:
1. Sebagai tempat konservasi dan perlindungan komunitas hewan dan
tumbuhan yang beragam yang ditemukan di darat, pesisir, dan perairan
laut.
2. Sebagai tempat untuk menjamin kelangsungan hidup jangka panjang
komodo beserta kualitas habitat hidupnya.
3. Sebagai tempat perlindungan untuk berkembang biak bagi ikan dan
avertebrata yang bernilai ekonomi, sehingga menciptakan sumber
pengambilan demi melengkapi daerah pengambilan ikan di sekitarnya.
4. Sebagai tempat untuk kegiatan pendidikan dan penelitian, juga sebagai
tempat untuk pengembangan wisata alam dan selam yang berkelanjutan.
3. Siapa yang terlibat dalam pengelolan Taman Nasional Komodo?
Untuk menjamin keberhasilan pengelolaan Taman Nasional, Pemerintah
perlu melakukan koordinasi dengan masyarakat local lembaga swadaya
masyarakat (LSM), institusi penelitian, perangkat penegak hukum, maupun
sektor swasta. Badan yang mengambil peran terdepan di TNK adalah Balai
Taman Nasional Komodo, yang berada di bawah naungan Departemen
Kehutanan.
4. Apa tujuan utama dari pengelola Taman Nasional Komodo?
Tujuan utama dari pengelola Taman Nasional Komodo adalah:
1. Menjaga dan melindungi flora dan fauna yang terdapat pada
ekosistem lautan dan daratan di Taman Nasional Komodo.
2. Mengusahakan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemanfaatan
sumber daya dari dalam Taman Nasional secara efektif dan
berkelanjutan. (Lihat bagian “Mata Pencaharian Alternatif” sebagai
salah satu contoh dari tujuan ini.)
3. Mengembangkan dan mengelola wisata alam secara berkelanjutan.
(Lihat daftar lokasi penyelaman di Komodo lampiran 10.)
4. Melakukan pemantauan habitat laut dan darat, serta mengembangkan
rencana penelitian untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan
kunci pengelolaan Taman Nasional. (Lihat bagian “masalah-masalah
pemanfaatan sumber daya” sebagai salah satu contoh dari
permasalahan manajemen Taman Nasional.)
5. Mengembangkan fasilitas untuk pendidikan konservasi sumber daya
alam dan meningkatkan kesadaran mengenai masalah-masalah
konservasi Taman Nasional.
6. Menciptakan suatu sistem pengelolaan mandiri dan berkelanjutan
dengan meningkatkan kemampuan masyarakat lokal dalam bidang
pengelolaan, dan para pihak (seperti masyarakat lokal dan sektor
wisata selam) memberikan kontribusi yang positif terhadap
pengelolaan Taman Nasional Komodo.
Taman Nasional Komodo didirikan pada tahun 1980.
2. Apa tujuan yang diinginkan dari Taman Nasional Komodo?
Taman Nasional Komodo menjalankan empat fungsi:
1. Sebagai tempat konservasi dan perlindungan komunitas hewan dan
tumbuhan yang beragam yang ditemukan di darat, pesisir, dan perairan
laut.
2. Sebagai tempat untuk menjamin kelangsungan hidup jangka panjang
komodo beserta kualitas habitat hidupnya.
3. Sebagai tempat perlindungan untuk berkembang biak bagi ikan dan
avertebrata yang bernilai ekonomi, sehingga menciptakan sumber
pengambilan demi melengkapi daerah pengambilan ikan di sekitarnya.
4. Sebagai tempat untuk kegiatan pendidikan dan penelitian, juga sebagai
tempat untuk pengembangan wisata alam dan selam yang berkelanjutan.
3. Siapa yang terlibat dalam pengelolan Taman Nasional Komodo?
Untuk menjamin keberhasilan pengelolaan Taman Nasional, Pemerintah
perlu melakukan koordinasi dengan masyarakat local lembaga swadaya
masyarakat (LSM), institusi penelitian, perangkat penegak hukum, maupun
sektor swasta. Badan yang mengambil peran terdepan di TNK adalah Balai
Taman Nasional Komodo, yang berada di bawah naungan Departemen
Kehutanan.
4. Apa tujuan utama dari pengelola Taman Nasional Komodo?
Tujuan utama dari pengelola Taman Nasional Komodo adalah:
1. Menjaga dan melindungi flora dan fauna yang terdapat pada
ekosistem lautan dan daratan di Taman Nasional Komodo.
2. Mengusahakan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemanfaatan
sumber daya dari dalam Taman Nasional secara efektif dan
berkelanjutan. (Lihat bagian “Mata Pencaharian Alternatif” sebagai
salah satu contoh dari tujuan ini.)
3. Mengembangkan dan mengelola wisata alam secara berkelanjutan.
(Lihat daftar lokasi penyelaman di Komodo lampiran 10.)
4. Melakukan pemantauan habitat laut dan darat, serta mengembangkan
rencana penelitian untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan
kunci pengelolaan Taman Nasional. (Lihat bagian “masalah-masalah
pemanfaatan sumber daya” sebagai salah satu contoh dari
permasalahan manajemen Taman Nasional.)
5. Mengembangkan fasilitas untuk pendidikan konservasi sumber daya
alam dan meningkatkan kesadaran mengenai masalah-masalah
konservasi Taman Nasional.
6. Menciptakan suatu sistem pengelolaan mandiri dan berkelanjutan
dengan meningkatkan kemampuan masyarakat lokal dalam bidang
pengelolaan, dan para pihak (seperti masyarakat lokal dan sektor
wisata selam) memberikan kontribusi yang positif terhadap
pengelolaan Taman Nasional Komodo.
SEJARAH PENEMUAN MIKROBA
PENEMUAN MIKROBA
Mikroba didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme
mikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani, mikros=kecil, bios=hidup dan
logos=ilmu. Ilmuwan menyimpulkan bahwa mikroorganisma muncul kurang lebih 4
juta tahun yang lalu dari senyawa organik kompleks di lautan, atau mungkin dari
gumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai makhluk hidup
pertama di bumi, mikroorganisma diduga merupakan nenk moyang dari semua
makhluk hidup.
Awal mula munculnya ilmu mikrobiologi pada pertengahan abad 19 pada
waktu ilmuwan telah membuktikan bahwa mikroorganisma berasal dari
mikroorganisma sebelumnya bukan dari tanaman ataupun hewan yang membusuk.
Selanjutnya ilmuwan menunjukkan bahwa mikroorganisma bukan berasal dari proses
fermentasi tetapi merupakan penyebab proses fermentasi buah anggur menjadi
anggur dapat berubah. Ilmuwan juga menemukan bahwa mikroba tertentu
menyebabkan penyakit tertentu. Pengetahuan ini merupakan awal pengenalan dan
pemahaman akan pentingnya mikroorganisma bagi kesehatan dan kesejahteraan
manusia. Selama awal abad 20 ahli mikrobiologi telah meneliti bahwa mikroorganima
mampu menyebabkan berbagai macam perubahan kimia baik melalui penguraian
maupun sintesis senyawa organik yang baru. Hal inilah yang disebut dengan
‘biochemical diversity’ atau keaneka ragaman biokimia yang menjadi ciri khas
mikroorganisma. Disamping itu, yang penting lainnya adalah bahwa mekanisma
perubahan kimia oleh mikroorganisma sangat mirip dengan yang terjadi pada
organisma tingkat tinggi. Konsep ini dikenal dengan ‘unity in biochemistry’ yang
artinya bahwa proses biokimia pada mikroorganisma adalah sama dengan proses
biokimia pada semua makhluk hidup termasuk manusia. Bukti yang lebih baru
menunjukan bahwa informasi genetik pada semua organisma dari mikroba hingga
manusia adalah DNA.
Karena sifatnya yang sederhana dan perkembangbiakan yang sangat cepat
serta adanya berbagai variasi metabilma, maka mikroba digunakan sebagai model
penelitian di bidang genetika. Saat ini mikroorganisma diteliti secara intensif untuk
mengetahui dasar fenomena biologi.
Mikroorganisma juga muncul sebagai sumber produk dan proses yang
menguntungkan masyarakat, misalnya: alkohol yang dihasilkan melalui proses
fermentasi dapat digunakan sebagai sumber energi (gasohol). Strain-strain baru dari
mikroorganima yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetika dapat
menghasilkan bahan yang penting bagi kesehatan manusia seperti insulin.
Sebelumnya hanya insulin yang diekstrak dari pancreas lembu yang dapat
menerimanya. Sekarang, insulin manusia dapat diproduksi dalam jumlah yang tak
terhingga oleh bakteri yang telah direkayasa.
Mikroorganisma juga mempunyai potensi yang cukup besar untuk
membersihkan lingkungan, misal: dari tumpikan minyak di lautan atau dari herbisida
dan insektisida di bidang pertanian. Hal ini dikarenakan mikroorganima mempunyai
kemampuan untuk mendekomposisi/menguraikan senyawa kompleks. Kemampuan
mikroorganisma yang telah direkayasa untuk tujuan tertentu menjadikan cabangbaru dalam mikrobiologi industri yang dikenal dengan bioteknologi. Jika anda
membaca tentang mikroorganisma anda akan menghargai, mengagumi
mikroorganisma anda akan menghargai, mengagumi mikroorganisma seperti bakteri,
algae, protozoa dan virus yang merupakan organisma yang sering tidak terlihat.
Beberapa diantaranya bersifat patogen bagi manusia, hewan maupun tumbuhan.
Beberapa dapat menyebabkan lapuknya kayu dan besi. Tetapi banyak diantaranya
berperan penting dalam lingkungan sebagai dekomposer. Beberapa diantaranya
digunakan dalam menghasilkan (manufacture) substansi yang penting di bidang
kesehatan maupun industri makanan.
Leeuwenhoek dan mikroskopnya
Antony van Leeuwenhoek (1632 – 1723) sebenarnya bukan peneliti atau
ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota
Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat
pada kain. Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi
rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang
penemu mikrobiologi.
Leewenhoek mwnggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk
mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan
banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata
biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang
menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya
lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan
mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan
memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop
yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil
pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society.
Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia
menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan
protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan
berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus
maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut
membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang
akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.
Penemuan Leewenhoek tentang animalcules menjadi perdebatan dari mana
asal animalcules tersebut. Ada dua pendapat yang muncul, satu mengatakan
animalcules ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui
fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung terori yang mengatakan bahwa
makhluk hidup berasal dari benda mati melalui proses abiogenesis. Konsep
ini dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini mengatakan bahwa
animalcules tadi berasal dari animalcules sebelumnya seperti halnya
organismea tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut dengan biogenesis.
Mikrobiologi tidak berkembang sampai perdebatan tersebut terselesaikan dengan
dibuktikannya kebenaran teori biogenesis. Pembuktian ini memerlukan berbagai
macam eksperimen yang nampaknya sederhana dan perlu waktu lebih dari 100
tahun.
Pembuktian ketidakbenaran dari Abiogenesis
Franscesco Redi (1926-1697) menunjukkan bahwa ulat yang ada dalam daging
busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari generatio
spontanea. Bagaimana dengan asal dari mikroorganisma yang hanya bisa dilihat
dengan mikroskop?
Pada tahun 1945 John Needham (1713-1781) memasak sepotong daging
untuk menghilangkan organisma yang ada dan menempatkannya dalam toples yang
terbuka. Akhirnya ia mengamati adanya kolono pada permukaan daging tersebut. Ia
menyimpulkan bahwa mikroorganisma terjadi spontan dari daging.
Pada tahun 1769, Lazarro Spalanzani (1729 – 1799) merebus kaldu daging
selama 1 jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat
menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisma dalam kaldu tersebut. Jadi
ekperimen ini menentang teori abiogenesis. Tetapi Neddham mengatakan bahwa
sumber makhluk hidup tadi adalah udara dimana pada percobaan Spalanzani
tersebut tidak berinteraksi langsung dengan udara.
Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti yang mencoba
memecahkan kontroversi tentang peran udara. Pada tahun 1836, Franz Schulze
melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung tertutup yang berisi daging yang
telah dimasak. Tahun 1837, Theodor Schwann mengalirkan udara melalui pipa
yang dipanai ke dalam tabung tertutup yang bersisi kaldu. Keduanya tidak
menemukan adanya mikroba sebab mikroba telah mati oleh adanya asam kuat
maupun oleh panas. Tetapi para pendukung teori generatio spontanea berpendapat
bahwa adanya asam dan panas akan mengubah udara sehingga tidak mendukung
pertumbuhan mikroba. Sampai akhirnya tahun 1954 peneliti menyelesaikan
perdebatan tersebut dengan melakukan percobaan menggunakan tabung tertutup
berisi kaldu yang telah dipanaskan. Ke dalam tabung tersebut dimasukkan pipa yang
pada sebagiannya diisi dengan kapas dan ujungnya dibiarkan terbuka. Dengan
demikian mikroba akan tersaring dan udara tetap bisa masuk. Dengan tidak
ditemukannya mikroba dalam kaldu daging tersebut membuktikan bahwa teori
generatio spontanea adalah salah.
Bukti teori biogenesis
Pada perioda yang sama muncul ilmuwan baru dari Perancis Louis Pasteur
(1822 – 1895) seorang ahli kimia yang menaruh perhatian pada mikroorganisma.
Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba dalam industri anggur dana
pembuatan alkohol. Salah satu pendukung teori generatio spontanea yang hidup
pada masa Louis Pasteur adalah Felix Archimede Pouchet (1800-1872). Pada tahun
1859 ia banyak mempublikasikan tulisan yang mendukung abiogenesis. Tetapi ia
tidak dapat membantah penemuan-penemuan Pasteur. Untuk memastikan
pendapatnya, Pasteur melakukan serangkaian eksperimen. Ia menggunakan bejana
dengan leher panjang dan dibengkokkan yang dikenal dengan leher angsa. Bejana
ini diisi dengan kaldu kemudian dipanaskan. Udara dapat dengan bebas melewati
tabung atau pipa leher angsa tersebut tetapi tidak ditemukan adanya
mikroorganisma di kaldu tadi. Dalam hal ini mikroba beserta debu akan mengendap
pada bagian tabung yang berbentu U sehingga tidka dapat mencapai kaldu. Ia juga
membawa tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen. Pasteur menemukan
bahwa mikroorganima terbawa debu oleh udara dan ia menyimpilkan bahwa semakin
bersih/murni udara yang masuk ke dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi yang
terjadi. Pada tanggal 7 April 1864 ia mengatakan bahwa:
For I have kept them and am still keeping from them, that one thing
that is above the power of man to make; I have kept from them, the germ
that float in the air, I have kept them from life.
Salah satu argumen klasik untuk menantang buiogenesis adalh bahwa panas
yang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga dianggap merusak ‘vital
force’. Mereka yang mendukung teori abiogenesis berpendapat bahwa tanpa adanyakekuatan vital force tersebut mikroorganisma tidka dapat muncul serta spontan.
Untuk merespon argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara dapat dengan
mudah dibebaskan dari mikroorganisma dengan cara melakukan percobaab dengan
meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak tertutup. Udara dari luar
masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah dibengkokkan membentuk dasar U
seperti spiral. Terbukti bahwa meskipun udara luar dapat masuk ke dalam kotak
yang berisi tabung dengan kaldu di dalamnya, namun tidak ditemukan adanya
mikroba. Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall memacu diterimanya konsep
biogenesis. Selanjutnya Pasteur lebih memfokuskan penelitiannya pada peran
mikroba dalam pembuatan anggur dan mikroba yang menyebabkan penyakit.
Teori tentang fermentasi
Fermentasi terjadi jika jus anggur kita biarkan. Melalui serangkaian
perubahan biokimia, alkohol dan senyawa lain dihasilkan dari anggur tersebut. Salah
satu alasan mengapa Pasteur ingin menentang pendapat generatio spontanea adalah
keyakinannya bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil dari kikroorganisma
yang ada, bukan fermentasi menghasilkan mikroorganisma sebagaimana yang
dipercaya pada waktu tersebut. Pada tahun 1850 an pasteur memecahkan masalah
yang timbul dalam industri anggur. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur
yang kurang bagus Pasteur menemukan mikroorganisma yang berbeda.
Mikroorganisma tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara tipe yang lain
mendominasi anggur yang kurang bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan
mikroorganisma yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu dia
memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara
memanaskannya. Setelah dingin ke dalam sari buah tersebut diinokulasi dengan
anggur yangberkualita baik yang mengandung mikroorganisma yang diinginkan.
Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik
dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan jika sebelumnya dipanasi
dulu selama beberapa menit pada 50 – 60 ÂșC. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi
yang digunakan secara luas di bidang industri makanan. Sebelumnya orang
meningkatkan produk fermentasi melalui trial and error dimana sebelumnya tidak
tahu bahwa kualitas produk tergantung pada mikroorganisma tertentu.
Penyakit
Disamping membuat revolusi (perubahan besar) dalam bidang industri
anggur, Pasteur dan asistennya juga mengemukakan teori baru mengenai penyebab
penyakit. Dalam penelitiannya mereka menemukan agen penyebab penyakit serius
baik pada hewan maupun manusia. Tetapi juga sebelum Pasteur membuktikan
bahwa mikroba merupakan penyebab penyakit, beberapa peneliti membuat argumen
yang kuat terhadap teori kuman terhadap penyakit. Sebelumnya, dalam sejarah
manusia ada kepercayaan bahwa penyakit itu disebabkan oleh beberapa faktor yang
tidak jelas misalnya udara yang jelek, darah yang jelek dan lain-lainnya.
Pada tahun 1546, Girolamo Fracastolo (1483 – 1553) menyarankan bahwa
penyakit dapat disebabkan oleh mikroorganisma yang terlalu kecil untuk dapat
dilihat yang ditularkan dari 1 orang ke orang lain. Sebagian besar informasinya
berasal dari percakapannya dengan para pelaut yang baru pulang dari perjalanannya
ke luar negeri, dimana mereka menyaksikan penyebaran berbagai penyakit. Lebih
dari 200 tahun kemudian Anton von Plenciz (1705-1786) mengatakan bahwa tidah
hanya makhluk hidup yang merupakan penyebab penyakit tetapi juga agen yang lain
merupakan penyebab penyakit yang berbeda. Pada saat yang bersamaan konsep
tentang makhluk hidup atau bentuk lain yang menghisap nutrien mulai diterimaSetelah sukses dengan fermentasinya, Pasteur diminta untuk meneliti
penyakit ulat sutra yang merugikan industri Perancis. Dia menghabiskan waktu 6
tahun untuk membuktikan bahwa mikrroorganisma yang disebut dengan protozoa
yang dapat menyebabkna penyakit. Pasteur juga menunjukkan kepada petani ulat
sutera bagaimana menghilangkan penyakit dengan cara memilih ulat sutera yang
bebas penyakit untuk diternakkan.
Di Jerman, Robert Koch (1843 – 1910) seorang profesional di bidang
kesehatan mendapat hadiah mikroskop dari istrinya untuk hadiah ulang tahunnya
yang ke-28. Selanjutnya ia mulai meneliti dunia mikroorganisma yang sudah dilihat
oleh Pasteur. Baik Pasteur maupun Koch menjadi rival bersama yang sama-sama
ingin mengetahui penyebab penyakit anthrax yang sangat merugikan peternak sapi
dan domba di Eropa. Koch akhirnya menemukan dari darah domba yang telah mati
karena anthrax. Dengan sering meninggalkan prkateknya sebagai dokter, Koch
membuktikan bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara memisahkan
bakteri untuk batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian
menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Tikus selanjutnya menunjukkan
perkembangan menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi dari tikus menunjukkan
kesamaan bakteri yang berasal dari domba yang sakit sebelumnya. Pada 1876,
setelah meneliti selama 6 tahun Koch mengumumkan bahwa dia telah menemukan
bakteri penyebab anthrax. Ia juga menyarankan bahwa ternak sakit supaya dibunuh
dan dibakar atau dikubur yang dalam, setelah ia mengetahui bahwa spora yang
dihasilkan oleh bakteri dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di daerah
peternakan.
Dengan penemuan anthraxnya Koch merupakan orang pertama yang
membuktikan mikroba tertentu merupakan agen penyakit tertentu. Selanjutnya Koch
dan kawan-kawan menemukan bakteri penyebab tuberculosis dan cholera.
Perkembangan teknik laboratorium untuk mempelajari mikroorganisma. Koch
dan anggotanya banyak memberi kontribusi mengenai teknik-teknik tersebut.
Diantaranya adalah prosedur pengecatan bakteri untuk pengamatan dengna
mikroskop cahaya. Salah satu kolega Koch adalah Paul Erlich (1854 –1915) yang
melakukan penelitian terhadap dyes dan menggunakannya untuk mengecat bakteri
termasuk bakteri penyebab tuberculosisi.
Teknik biakan murni
Secara kebetulan seorang para Jerman melihat bahwa koloni yang tumbuh
pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan jalan untuk
memisah menjadi individu-individu. Caranya; mereka mengembangkan media
spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisma. Media adalah substansi yang
memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisma. Koch dan koleganyanya juga
menunjukkan bahwa senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat media
menjadi padat. Richard J.Petri (1852 – 1921) membuat piringan kaca bertutup
untuk menempatkan media agar alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang
masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1892, dengan menggunakan teknik
biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen penyebab typus, dipteri,
tetanus, pneumonia dan lain sebagainya. Koch mengenalkan penggunaan binatang
model untuk penyakit manusia dengan cara menginjeksikan bakteri ke dalam menit,
kelinci, babi atau domba. Ia bahkan menempelkan kamera pada mikroskopnya untuk
mengambil gambar dan menggunakannya sebagai bukti untuk menghilangkan
keraguan.
Postulat Koch
Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan
menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifikmerupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch
yaitu:
1. Mikroorganisma tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang
ditimbulkan.
2. Mikroorganisma dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di
laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat
menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisma tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah
terinfeksi tersebut.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri
penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30
tahun). Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit
serta adanya penyakit tertentu yang ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisma
memerlukan modifikasi dari postulat Koch.
Pada tahun 1892 Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang
menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak
tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh
kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri.
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang
jauh lebih kecil dari bakteri. Yellow fever merupakan penyakit pertama pada manusia
yang diketahui disebabkan oleh virus.
Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902)
dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus
tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab
malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah
mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang
biak.
Perkembangan dan Pencegahan penyakit
Epidemik adalah penyakit tertentu yang menyerang banyak daerah misalnya
penyakit bubon yang dikenal dengan penyakit hitam yang mematikan yang
disebabkan oleh bakteri terjadi di Eropa selama perioda 1347 – 1350. Sepertiga
sampai setengah populasi di Eropa meninggal karena penyakit tersebut. Hewan
pengerat, terutama tikus, berperan sebagai sumber bakteri bacillus dan
ditransmisikan/ditularkan ke manusia melalui lalat. Slama 1917 – 1919 malaria telah
membunuh setengah juta penduduk Amerika dan 21 manusia di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencapai 3 kali jumlah manusia yang terbunuh selama perang
dunia I. Jadi mikroba terbukti lebih mematikan dibanding peluru.
Dengan pengetahuan bahwa mikroorganisma dapat merupakan penyebab
penyakit ilmuwan lebih memusatkan perhatiannya pada cara pencegahan dan
perlakuannya.
Penemuan antiseptik
Secara umum septis berati efek toksis dari mikroorganisma penyebab
penyakit pada tubuh selama infeksi. Antiseptik; ukuran-ukuran yang menghentikan
efek tersebut dengan pencegahan infeksi.
Oliver Weldell Holmes (1809 – 1894) seorang dokter Ameraka pada tahun
1843 menekankan bahwa penyakit demam pada wanita bersifat menular. Oleh
karena itu ditularkan dari satu wanita lain melalui tangan dikter.merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch
yaitu:
1. Mikroorganisma tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang
ditimbulkan.
2. Mikroorganisma dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di
laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat
menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisma tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah
terinfeksi tersebut.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri
penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30
tahun). Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit
serta adanya penyakit tertentu yang ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisma
memerlukan modifikasi dari postulat Koch.
Pada tahun 1892 Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang
menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak
tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh
kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri.
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang
jauh lebih kecil dari bakteri. Yellow fever merupakan penyakit pertama pada manusia
yang diketahui disebabkan oleh virus.
Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902)
dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus
tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab
malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah
mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang
biak.
Perkembangan dan Pencegahan penyakit
Epidemik adalah penyakit tertentu yang menyerang banyak daerah misalnya
penyakit bubon yang dikenal dengan penyakit hitam yang mematikan yang
disebabkan oleh bakteri terjadi di Eropa selama perioda 1347 – 1350. Sepertiga
sampai setengah populasi di Eropa meninggal karena penyakit tersebut. Hewan
pengerat, terutama tikus, berperan sebagai sumber bakteri bacillus dan
ditransmisikan/ditularkan ke manusia melalui lalat. Slama 1917 – 1919 malaria telah
membunuh setengah juta penduduk Amerika dan 21 manusia di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencapai 3 kali jumlah manusia yang terbunuh selama perang
dunia I. Jadi mikroba terbukti lebih mematikan dibanding peluru.
Dengan pengetahuan bahwa mikroorganisma dapat merupakan penyebab
penyakit ilmuwan lebih memusatkan perhatiannya pada cara pencegahan dan
perlakuannya.
Penemuan antiseptik
Secara umum septis berati efek toksis dari mikroorganisma penyebab
penyakit pada tubuh selama infeksi. Antiseptik; ukuran-ukuran yang menghentikan
efek tersebut dengan pencegahan infeksi.
Oliver Weldell Holmes (1809 – 1894) seorang dokter Ameraka pada tahun
1843 menekankan bahwa penyakit demam pada wanita bersifat menular. Oleh
karena itu ditularkan dari satu wanita lain melalui tangan dikter.Tahun 1846 seorang dokter dari Hungaria, Ignaz Philipp Semmelweiz
menemukan penggunaan klorin sebagai desinfektan bagi tangan dokter. Pada tahun
1860 ahli bedah dari Inggris, Josept Lister menemukan asam karbol atau phenol
dapat digunakan untuk membunuh bakteri. Lister menggunakan larutan ini untuk
merendam alat-alat bedah dan menyemprot ruangan operasi. Cara tersebut
demikian sukses untuk mengatasi infeksi setelah operasi yang sebelumnya
menyebabkan kematian 45% dari pasiennya. Cara tersebut segera dapat diterima
dan dilakukan oleh ahli bedah yang lain. Penemuan tersebut merupakan hari
penemuan teknik aseptik untuk mencegah infeksi. Sekarang ini berbagai macam
senyawa kimia dan alat fisik lain dapt mengurangi mikroorganisma di ruang operasi,
ruangan untuk bayi prematur dan ruangan tempat memasukkan obat ke dalam
kontainer yang steril.
Imunisasi
Tahun 1880, Pasteur menggunakan teknik dari Konch untuk mengisolasi dan
membiakkan bakteri yang menyebabkan kolera pada ayam. Untuk membuktikan
penemuannya, Pasteur membuat demonstrasi dihadapan publik tentang
percobaannya yang telah dilakukan berulang kali di laboratorium. Dia
menginjeksikan biakkan bakteri kolera pada ayam sehat dan menunggunya sampai
ayam tersebut menunjukkan gejala penyakit. Akan tetapi hasilnya membuat Pasteur
mendapat malu karena ayamnya tetap hidup dan sehat. Pasteur kemudian
mengevaluasi langkah-langkah yang menyebabkan demonstrasi tersebut gagal. Dia
menemukan bahwa secara kebetulan dia menggunakan biakan tua seperti yang telah
dilakukan sebelumnya, dan satu kelompok adalah ayam yang tidak pernah di
inokulasi. Selanjutnya kedua kelompok ayam tersebut diinjeksi dengan biakan segar.
Hasilnya, kelompok ayam yang kedua mati sedang kelompok ayam yang pertama
tetap sehat.
Pertama hal ini membuatnya bingung, tetapi Pasteur segera menemukan
jawabannya. Pasteur menemukan bahwa, bakteri jika dibiarkan tumbuh menjadi
biakan tua menjadi avirulen yaitu kehilangan virulensinya atau kemampuan untuk
menyebabkan penyakit. Tetapi bakteri avirulen ini masih dapat menstimulasikan
sesuatu dalam tubuh host dan pada infeksi berikutnya manjadi imun atau tahan
terhadap penyakit. Pasteur selanjutnya menerapkan prinsip imunisasi untuk
mencegah anthrax. Pasteur menyebut bakteri yang telah avirulen tersebut engan
vaccin dari bahasa latin vaccayang artinya sapi dan imunisasi dengan biakan
tersebut dikenal dengan vaksinasi.
Dengan vaksinasi tersebut Pasteur mengenali atau mengetahui hasil kerja
sebelumnya yang dilakukan oleh Edward Jenner (1749 – 1823) yang telah sukses
memfaksinasikan para pekerjanya di peternakan yang telah terkena copox dari
ternak sapinya tetapi tidak pernah berkembang menjadi serius. Jenner menduga
bahwa karena terbiasa menghadapi cowpox akan mencegahnya dari serangan
smallpox. Untuk membuktikan hipotesisnya ini Jener menginokulasi James Phipps
pertama dengan materi yang menyebabkan cowpox yang diambil dari luka,
kemudian dengan agen smallpox. Anak laki-laki tersebut tidak menunjukkan gejala
smallpox. Nama Pasteur selanjutnya dikenal dimana-mana dan oleh banyak orang
dianggap sebagai peneliti tentang mikroorganisma yang ajaib. Untuk itu ia diminta
membuat vaccin pencegah hidrofobia atau rabies, penyakit yang ditularkan ke
manusia melalui gigitan anjing, kucing, atau binatang yang terinfeksi lainnya.
Pasteur adalah seorang ahli kimia, bukan dokter dan Pasteur tidak biasa
memperlakukan manusia. Disamping kenyataan bahwa penyebab penyakit rabies
adalah belum diketahui, tetapi Pasteur mempunyai keyakinan yang kuat bahwa itu
adalah mikroorganisma. Ia dapat membuat kelinci terkena penyakit setelahdiinokulasi dengan saliva anjing. Selanjutnya Pasteur dan asistennya mengambil
otak dan tulang belakang kelinci tersebut dan mengeingkannya dan membuatnya
menjadi larutan. Anjing yang diinokulasi dengan campuran tersebut dapat terhindar
dari rabies. Akan tetapi vaksinasi terhadap anjing sangat berbeda dengan manusia.
Pada bulan Juli 1885, seorang anak laki-laki bernama Joseph Meister digigit oleh
serigala dan keluarganya membujuk Pasteur untuk menginokulasi anak tersebut.
Kekawatiran Pasteur dan orang-orang menjadi berkurang setelah anak laki-laki
tersebut tidak mati. Selanjutnya Pasteur menjadi terkenal dan memperoleh banyak
dana yang kemudian digunakan untuk mendirikan Institute Pasteur di Paris yang
sangat terkenal.
Chemoterapi
Chemoterapi telah dilakukan selama ratusan tahun. Misalnya; merkuri telah
digunakan untuk mengobati syilis pada tahun 1495 dan kulit kayu pohon kina
(cinchona) digunakan untuk mengobati malaria. Orang tahu bahwa tumbuhan
berperan sebagai sumber bahan untuk chemoterapi.
Paul Erlich meulai chemoterapi modern dengan membuat ‘magig bullet’
senyawa kimia yang dapat membunuh mikroba spesifik penyebab sifilis tanpa
membahayakan orangnya. Ia menyebut camouran tadai dengan ‘salvarsan’ yang
terbukti sangat efektif membasmi bakteri penyebab sifilis. Untuk penemuan tersebut
Ia mendapat Nobel tahun 1908. Alexander Fleming (1881 – 1955) menemukan
penicilin, senyawa kimia yang dihasilkan mikroorganisma jamur Peniceliium notatum.
Fleming menduga bahwa jamur tersebut menghasilkan sesuatu yang menghambat
pertumbuhan bakteri. Tulisannya mengenai hal tersebut tidak mendapat perhatian
sampai 10 tahun kemudian saat peneliti dari Universitas Oxford mencoba
menemukan senyawa antibakteri yang berasal dari mikroorganisma. Sebagian dari
riset ini untuk mengobati korban perang dunia kedua dan penyakit ternak. Peneliti
yang dipimpin oleh Howard W.Florey dan Ernst Chain melakukan pengobatan
dengan penicilin yang hasilnya sangat memuaskan. Penicilin selanjutnya dianggap
sebagai ‘miracle drug’. Dan bertiga, Florey, Chain dan Fleming mendapat Nobel
untuk penemuan tersebut.
Mikroba didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme
mikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani, mikros=kecil, bios=hidup dan
logos=ilmu. Ilmuwan menyimpulkan bahwa mikroorganisma muncul kurang lebih 4
juta tahun yang lalu dari senyawa organik kompleks di lautan, atau mungkin dari
gumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai makhluk hidup
pertama di bumi, mikroorganisma diduga merupakan nenk moyang dari semua
makhluk hidup.
Awal mula munculnya ilmu mikrobiologi pada pertengahan abad 19 pada
waktu ilmuwan telah membuktikan bahwa mikroorganisma berasal dari
mikroorganisma sebelumnya bukan dari tanaman ataupun hewan yang membusuk.
Selanjutnya ilmuwan menunjukkan bahwa mikroorganisma bukan berasal dari proses
fermentasi tetapi merupakan penyebab proses fermentasi buah anggur menjadi
anggur dapat berubah. Ilmuwan juga menemukan bahwa mikroba tertentu
menyebabkan penyakit tertentu. Pengetahuan ini merupakan awal pengenalan dan
pemahaman akan pentingnya mikroorganisma bagi kesehatan dan kesejahteraan
manusia. Selama awal abad 20 ahli mikrobiologi telah meneliti bahwa mikroorganima
mampu menyebabkan berbagai macam perubahan kimia baik melalui penguraian
maupun sintesis senyawa organik yang baru. Hal inilah yang disebut dengan
‘biochemical diversity’ atau keaneka ragaman biokimia yang menjadi ciri khas
mikroorganisma. Disamping itu, yang penting lainnya adalah bahwa mekanisma
perubahan kimia oleh mikroorganisma sangat mirip dengan yang terjadi pada
organisma tingkat tinggi. Konsep ini dikenal dengan ‘unity in biochemistry’ yang
artinya bahwa proses biokimia pada mikroorganisma adalah sama dengan proses
biokimia pada semua makhluk hidup termasuk manusia. Bukti yang lebih baru
menunjukan bahwa informasi genetik pada semua organisma dari mikroba hingga
manusia adalah DNA.
Karena sifatnya yang sederhana dan perkembangbiakan yang sangat cepat
serta adanya berbagai variasi metabilma, maka mikroba digunakan sebagai model
penelitian di bidang genetika. Saat ini mikroorganisma diteliti secara intensif untuk
mengetahui dasar fenomena biologi.
Mikroorganisma juga muncul sebagai sumber produk dan proses yang
menguntungkan masyarakat, misalnya: alkohol yang dihasilkan melalui proses
fermentasi dapat digunakan sebagai sumber energi (gasohol). Strain-strain baru dari
mikroorganima yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetika dapat
menghasilkan bahan yang penting bagi kesehatan manusia seperti insulin.
Sebelumnya hanya insulin yang diekstrak dari pancreas lembu yang dapat
menerimanya. Sekarang, insulin manusia dapat diproduksi dalam jumlah yang tak
terhingga oleh bakteri yang telah direkayasa.
Mikroorganisma juga mempunyai potensi yang cukup besar untuk
membersihkan lingkungan, misal: dari tumpikan minyak di lautan atau dari herbisida
dan insektisida di bidang pertanian. Hal ini dikarenakan mikroorganima mempunyai
kemampuan untuk mendekomposisi/menguraikan senyawa kompleks. Kemampuan
mikroorganisma yang telah direkayasa untuk tujuan tertentu menjadikan cabangbaru dalam mikrobiologi industri yang dikenal dengan bioteknologi. Jika anda
membaca tentang mikroorganisma anda akan menghargai, mengagumi
mikroorganisma anda akan menghargai, mengagumi mikroorganisma seperti bakteri,
algae, protozoa dan virus yang merupakan organisma yang sering tidak terlihat.
Beberapa diantaranya bersifat patogen bagi manusia, hewan maupun tumbuhan.
Beberapa dapat menyebabkan lapuknya kayu dan besi. Tetapi banyak diantaranya
berperan penting dalam lingkungan sebagai dekomposer. Beberapa diantaranya
digunakan dalam menghasilkan (manufacture) substansi yang penting di bidang
kesehatan maupun industri makanan.
Leeuwenhoek dan mikroskopnya
Antony van Leeuwenhoek (1632 – 1723) sebenarnya bukan peneliti atau
ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota
Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat
pada kain. Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi
rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang
penemu mikrobiologi.
Leewenhoek mwnggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk
mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan
banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata
biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang
menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya
lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan
mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan
memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop
yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil
pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society.
Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia
menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan
protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan
berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus
maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut
membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang
akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.
Penemuan Leewenhoek tentang animalcules menjadi perdebatan dari mana
asal animalcules tersebut. Ada dua pendapat yang muncul, satu mengatakan
animalcules ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui
fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung terori yang mengatakan bahwa
makhluk hidup berasal dari benda mati melalui proses abiogenesis. Konsep
ini dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini mengatakan bahwa
animalcules tadi berasal dari animalcules sebelumnya seperti halnya
organismea tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut dengan biogenesis.
Mikrobiologi tidak berkembang sampai perdebatan tersebut terselesaikan dengan
dibuktikannya kebenaran teori biogenesis. Pembuktian ini memerlukan berbagai
macam eksperimen yang nampaknya sederhana dan perlu waktu lebih dari 100
tahun.
Pembuktian ketidakbenaran dari Abiogenesis
Franscesco Redi (1926-1697) menunjukkan bahwa ulat yang ada dalam daging
busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari generatio
spontanea. Bagaimana dengan asal dari mikroorganisma yang hanya bisa dilihat
dengan mikroskop?
Pada tahun 1945 John Needham (1713-1781) memasak sepotong daging
untuk menghilangkan organisma yang ada dan menempatkannya dalam toples yang
terbuka. Akhirnya ia mengamati adanya kolono pada permukaan daging tersebut. Ia
menyimpulkan bahwa mikroorganisma terjadi spontan dari daging.
Pada tahun 1769, Lazarro Spalanzani (1729 – 1799) merebus kaldu daging
selama 1 jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat
menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisma dalam kaldu tersebut. Jadi
ekperimen ini menentang teori abiogenesis. Tetapi Neddham mengatakan bahwa
sumber makhluk hidup tadi adalah udara dimana pada percobaan Spalanzani
tersebut tidak berinteraksi langsung dengan udara.
Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti yang mencoba
memecahkan kontroversi tentang peran udara. Pada tahun 1836, Franz Schulze
melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung tertutup yang berisi daging yang
telah dimasak. Tahun 1837, Theodor Schwann mengalirkan udara melalui pipa
yang dipanai ke dalam tabung tertutup yang bersisi kaldu. Keduanya tidak
menemukan adanya mikroba sebab mikroba telah mati oleh adanya asam kuat
maupun oleh panas. Tetapi para pendukung teori generatio spontanea berpendapat
bahwa adanya asam dan panas akan mengubah udara sehingga tidak mendukung
pertumbuhan mikroba. Sampai akhirnya tahun 1954 peneliti menyelesaikan
perdebatan tersebut dengan melakukan percobaan menggunakan tabung tertutup
berisi kaldu yang telah dipanaskan. Ke dalam tabung tersebut dimasukkan pipa yang
pada sebagiannya diisi dengan kapas dan ujungnya dibiarkan terbuka. Dengan
demikian mikroba akan tersaring dan udara tetap bisa masuk. Dengan tidak
ditemukannya mikroba dalam kaldu daging tersebut membuktikan bahwa teori
generatio spontanea adalah salah.
Bukti teori biogenesis
Pada perioda yang sama muncul ilmuwan baru dari Perancis Louis Pasteur
(1822 – 1895) seorang ahli kimia yang menaruh perhatian pada mikroorganisma.
Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba dalam industri anggur dana
pembuatan alkohol. Salah satu pendukung teori generatio spontanea yang hidup
pada masa Louis Pasteur adalah Felix Archimede Pouchet (1800-1872). Pada tahun
1859 ia banyak mempublikasikan tulisan yang mendukung abiogenesis. Tetapi ia
tidak dapat membantah penemuan-penemuan Pasteur. Untuk memastikan
pendapatnya, Pasteur melakukan serangkaian eksperimen. Ia menggunakan bejana
dengan leher panjang dan dibengkokkan yang dikenal dengan leher angsa. Bejana
ini diisi dengan kaldu kemudian dipanaskan. Udara dapat dengan bebas melewati
tabung atau pipa leher angsa tersebut tetapi tidak ditemukan adanya
mikroorganisma di kaldu tadi. Dalam hal ini mikroba beserta debu akan mengendap
pada bagian tabung yang berbentu U sehingga tidka dapat mencapai kaldu. Ia juga
membawa tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen. Pasteur menemukan
bahwa mikroorganima terbawa debu oleh udara dan ia menyimpilkan bahwa semakin
bersih/murni udara yang masuk ke dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi yang
terjadi. Pada tanggal 7 April 1864 ia mengatakan bahwa:
For I have kept them and am still keeping from them, that one thing
that is above the power of man to make; I have kept from them, the germ
that float in the air, I have kept them from life.
Salah satu argumen klasik untuk menantang buiogenesis adalh bahwa panas
yang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga dianggap merusak ‘vital
force’. Mereka yang mendukung teori abiogenesis berpendapat bahwa tanpa adanyakekuatan vital force tersebut mikroorganisma tidka dapat muncul serta spontan.
Untuk merespon argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara dapat dengan
mudah dibebaskan dari mikroorganisma dengan cara melakukan percobaab dengan
meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak tertutup. Udara dari luar
masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah dibengkokkan membentuk dasar U
seperti spiral. Terbukti bahwa meskipun udara luar dapat masuk ke dalam kotak
yang berisi tabung dengan kaldu di dalamnya, namun tidak ditemukan adanya
mikroba. Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall memacu diterimanya konsep
biogenesis. Selanjutnya Pasteur lebih memfokuskan penelitiannya pada peran
mikroba dalam pembuatan anggur dan mikroba yang menyebabkan penyakit.
Teori tentang fermentasi
Fermentasi terjadi jika jus anggur kita biarkan. Melalui serangkaian
perubahan biokimia, alkohol dan senyawa lain dihasilkan dari anggur tersebut. Salah
satu alasan mengapa Pasteur ingin menentang pendapat generatio spontanea adalah
keyakinannya bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil dari kikroorganisma
yang ada, bukan fermentasi menghasilkan mikroorganisma sebagaimana yang
dipercaya pada waktu tersebut. Pada tahun 1850 an pasteur memecahkan masalah
yang timbul dalam industri anggur. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur
yang kurang bagus Pasteur menemukan mikroorganisma yang berbeda.
Mikroorganisma tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara tipe yang lain
mendominasi anggur yang kurang bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan
mikroorganisma yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu dia
memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara
memanaskannya. Setelah dingin ke dalam sari buah tersebut diinokulasi dengan
anggur yangberkualita baik yang mengandung mikroorganisma yang diinginkan.
Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik
dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan jika sebelumnya dipanasi
dulu selama beberapa menit pada 50 – 60 ÂșC. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi
yang digunakan secara luas di bidang industri makanan. Sebelumnya orang
meningkatkan produk fermentasi melalui trial and error dimana sebelumnya tidak
tahu bahwa kualitas produk tergantung pada mikroorganisma tertentu.
Penyakit
Disamping membuat revolusi (perubahan besar) dalam bidang industri
anggur, Pasteur dan asistennya juga mengemukakan teori baru mengenai penyebab
penyakit. Dalam penelitiannya mereka menemukan agen penyebab penyakit serius
baik pada hewan maupun manusia. Tetapi juga sebelum Pasteur membuktikan
bahwa mikroba merupakan penyebab penyakit, beberapa peneliti membuat argumen
yang kuat terhadap teori kuman terhadap penyakit. Sebelumnya, dalam sejarah
manusia ada kepercayaan bahwa penyakit itu disebabkan oleh beberapa faktor yang
tidak jelas misalnya udara yang jelek, darah yang jelek dan lain-lainnya.
Pada tahun 1546, Girolamo Fracastolo (1483 – 1553) menyarankan bahwa
penyakit dapat disebabkan oleh mikroorganisma yang terlalu kecil untuk dapat
dilihat yang ditularkan dari 1 orang ke orang lain. Sebagian besar informasinya
berasal dari percakapannya dengan para pelaut yang baru pulang dari perjalanannya
ke luar negeri, dimana mereka menyaksikan penyebaran berbagai penyakit. Lebih
dari 200 tahun kemudian Anton von Plenciz (1705-1786) mengatakan bahwa tidah
hanya makhluk hidup yang merupakan penyebab penyakit tetapi juga agen yang lain
merupakan penyebab penyakit yang berbeda. Pada saat yang bersamaan konsep
tentang makhluk hidup atau bentuk lain yang menghisap nutrien mulai diterimaSetelah sukses dengan fermentasinya, Pasteur diminta untuk meneliti
penyakit ulat sutra yang merugikan industri Perancis. Dia menghabiskan waktu 6
tahun untuk membuktikan bahwa mikrroorganisma yang disebut dengan protozoa
yang dapat menyebabkna penyakit. Pasteur juga menunjukkan kepada petani ulat
sutera bagaimana menghilangkan penyakit dengan cara memilih ulat sutera yang
bebas penyakit untuk diternakkan.
Di Jerman, Robert Koch (1843 – 1910) seorang profesional di bidang
kesehatan mendapat hadiah mikroskop dari istrinya untuk hadiah ulang tahunnya
yang ke-28. Selanjutnya ia mulai meneliti dunia mikroorganisma yang sudah dilihat
oleh Pasteur. Baik Pasteur maupun Koch menjadi rival bersama yang sama-sama
ingin mengetahui penyebab penyakit anthrax yang sangat merugikan peternak sapi
dan domba di Eropa. Koch akhirnya menemukan dari darah domba yang telah mati
karena anthrax. Dengan sering meninggalkan prkateknya sebagai dokter, Koch
membuktikan bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara memisahkan
bakteri untuk batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian
menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Tikus selanjutnya menunjukkan
perkembangan menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi dari tikus menunjukkan
kesamaan bakteri yang berasal dari domba yang sakit sebelumnya. Pada 1876,
setelah meneliti selama 6 tahun Koch mengumumkan bahwa dia telah menemukan
bakteri penyebab anthrax. Ia juga menyarankan bahwa ternak sakit supaya dibunuh
dan dibakar atau dikubur yang dalam, setelah ia mengetahui bahwa spora yang
dihasilkan oleh bakteri dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di daerah
peternakan.
Dengan penemuan anthraxnya Koch merupakan orang pertama yang
membuktikan mikroba tertentu merupakan agen penyakit tertentu. Selanjutnya Koch
dan kawan-kawan menemukan bakteri penyebab tuberculosis dan cholera.
Perkembangan teknik laboratorium untuk mempelajari mikroorganisma. Koch
dan anggotanya banyak memberi kontribusi mengenai teknik-teknik tersebut.
Diantaranya adalah prosedur pengecatan bakteri untuk pengamatan dengna
mikroskop cahaya. Salah satu kolega Koch adalah Paul Erlich (1854 –1915) yang
melakukan penelitian terhadap dyes dan menggunakannya untuk mengecat bakteri
termasuk bakteri penyebab tuberculosisi.
Teknik biakan murni
Secara kebetulan seorang para Jerman melihat bahwa koloni yang tumbuh
pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan jalan untuk
memisah menjadi individu-individu. Caranya; mereka mengembangkan media
spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisma. Media adalah substansi yang
memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisma. Koch dan koleganyanya juga
menunjukkan bahwa senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat media
menjadi padat. Richard J.Petri (1852 – 1921) membuat piringan kaca bertutup
untuk menempatkan media agar alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang
masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1892, dengan menggunakan teknik
biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen penyebab typus, dipteri,
tetanus, pneumonia dan lain sebagainya. Koch mengenalkan penggunaan binatang
model untuk penyakit manusia dengan cara menginjeksikan bakteri ke dalam menit,
kelinci, babi atau domba. Ia bahkan menempelkan kamera pada mikroskopnya untuk
mengambil gambar dan menggunakannya sebagai bukti untuk menghilangkan
keraguan.
Postulat Koch
Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan
menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifikmerupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch
yaitu:
1. Mikroorganisma tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang
ditimbulkan.
2. Mikroorganisma dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di
laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat
menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisma tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah
terinfeksi tersebut.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri
penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30
tahun). Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit
serta adanya penyakit tertentu yang ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisma
memerlukan modifikasi dari postulat Koch.
Pada tahun 1892 Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang
menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak
tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh
kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri.
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang
jauh lebih kecil dari bakteri. Yellow fever merupakan penyakit pertama pada manusia
yang diketahui disebabkan oleh virus.
Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902)
dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus
tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab
malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah
mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang
biak.
Perkembangan dan Pencegahan penyakit
Epidemik adalah penyakit tertentu yang menyerang banyak daerah misalnya
penyakit bubon yang dikenal dengan penyakit hitam yang mematikan yang
disebabkan oleh bakteri terjadi di Eropa selama perioda 1347 – 1350. Sepertiga
sampai setengah populasi di Eropa meninggal karena penyakit tersebut. Hewan
pengerat, terutama tikus, berperan sebagai sumber bakteri bacillus dan
ditransmisikan/ditularkan ke manusia melalui lalat. Slama 1917 – 1919 malaria telah
membunuh setengah juta penduduk Amerika dan 21 manusia di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencapai 3 kali jumlah manusia yang terbunuh selama perang
dunia I. Jadi mikroba terbukti lebih mematikan dibanding peluru.
Dengan pengetahuan bahwa mikroorganisma dapat merupakan penyebab
penyakit ilmuwan lebih memusatkan perhatiannya pada cara pencegahan dan
perlakuannya.
Penemuan antiseptik
Secara umum septis berati efek toksis dari mikroorganisma penyebab
penyakit pada tubuh selama infeksi. Antiseptik; ukuran-ukuran yang menghentikan
efek tersebut dengan pencegahan infeksi.
Oliver Weldell Holmes (1809 – 1894) seorang dokter Ameraka pada tahun
1843 menekankan bahwa penyakit demam pada wanita bersifat menular. Oleh
karena itu ditularkan dari satu wanita lain melalui tangan dikter.merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch
yaitu:
1. Mikroorganisma tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang
ditimbulkan.
2. Mikroorganisma dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di
laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat
menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisma tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah
terinfeksi tersebut.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri
penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30
tahun). Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit
serta adanya penyakit tertentu yang ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisma
memerlukan modifikasi dari postulat Koch.
Pada tahun 1892 Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang
menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak
tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh
kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri.
Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang
jauh lebih kecil dari bakteri. Yellow fever merupakan penyakit pertama pada manusia
yang diketahui disebabkan oleh virus.
Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902)
dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus
tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab
malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah
mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang
biak.
Perkembangan dan Pencegahan penyakit
Epidemik adalah penyakit tertentu yang menyerang banyak daerah misalnya
penyakit bubon yang dikenal dengan penyakit hitam yang mematikan yang
disebabkan oleh bakteri terjadi di Eropa selama perioda 1347 – 1350. Sepertiga
sampai setengah populasi di Eropa meninggal karena penyakit tersebut. Hewan
pengerat, terutama tikus, berperan sebagai sumber bakteri bacillus dan
ditransmisikan/ditularkan ke manusia melalui lalat. Slama 1917 – 1919 malaria telah
membunuh setengah juta penduduk Amerika dan 21 manusia di seluruh dunia.
Jumlah tersebut mencapai 3 kali jumlah manusia yang terbunuh selama perang
dunia I. Jadi mikroba terbukti lebih mematikan dibanding peluru.
Dengan pengetahuan bahwa mikroorganisma dapat merupakan penyebab
penyakit ilmuwan lebih memusatkan perhatiannya pada cara pencegahan dan
perlakuannya.
Penemuan antiseptik
Secara umum septis berati efek toksis dari mikroorganisma penyebab
penyakit pada tubuh selama infeksi. Antiseptik; ukuran-ukuran yang menghentikan
efek tersebut dengan pencegahan infeksi.
Oliver Weldell Holmes (1809 – 1894) seorang dokter Ameraka pada tahun
1843 menekankan bahwa penyakit demam pada wanita bersifat menular. Oleh
karena itu ditularkan dari satu wanita lain melalui tangan dikter.Tahun 1846 seorang dokter dari Hungaria, Ignaz Philipp Semmelweiz
menemukan penggunaan klorin sebagai desinfektan bagi tangan dokter. Pada tahun
1860 ahli bedah dari Inggris, Josept Lister menemukan asam karbol atau phenol
dapat digunakan untuk membunuh bakteri. Lister menggunakan larutan ini untuk
merendam alat-alat bedah dan menyemprot ruangan operasi. Cara tersebut
demikian sukses untuk mengatasi infeksi setelah operasi yang sebelumnya
menyebabkan kematian 45% dari pasiennya. Cara tersebut segera dapat diterima
dan dilakukan oleh ahli bedah yang lain. Penemuan tersebut merupakan hari
penemuan teknik aseptik untuk mencegah infeksi. Sekarang ini berbagai macam
senyawa kimia dan alat fisik lain dapt mengurangi mikroorganisma di ruang operasi,
ruangan untuk bayi prematur dan ruangan tempat memasukkan obat ke dalam
kontainer yang steril.
Imunisasi
Tahun 1880, Pasteur menggunakan teknik dari Konch untuk mengisolasi dan
membiakkan bakteri yang menyebabkan kolera pada ayam. Untuk membuktikan
penemuannya, Pasteur membuat demonstrasi dihadapan publik tentang
percobaannya yang telah dilakukan berulang kali di laboratorium. Dia
menginjeksikan biakkan bakteri kolera pada ayam sehat dan menunggunya sampai
ayam tersebut menunjukkan gejala penyakit. Akan tetapi hasilnya membuat Pasteur
mendapat malu karena ayamnya tetap hidup dan sehat. Pasteur kemudian
mengevaluasi langkah-langkah yang menyebabkan demonstrasi tersebut gagal. Dia
menemukan bahwa secara kebetulan dia menggunakan biakan tua seperti yang telah
dilakukan sebelumnya, dan satu kelompok adalah ayam yang tidak pernah di
inokulasi. Selanjutnya kedua kelompok ayam tersebut diinjeksi dengan biakan segar.
Hasilnya, kelompok ayam yang kedua mati sedang kelompok ayam yang pertama
tetap sehat.
Pertama hal ini membuatnya bingung, tetapi Pasteur segera menemukan
jawabannya. Pasteur menemukan bahwa, bakteri jika dibiarkan tumbuh menjadi
biakan tua menjadi avirulen yaitu kehilangan virulensinya atau kemampuan untuk
menyebabkan penyakit. Tetapi bakteri avirulen ini masih dapat menstimulasikan
sesuatu dalam tubuh host dan pada infeksi berikutnya manjadi imun atau tahan
terhadap penyakit. Pasteur selanjutnya menerapkan prinsip imunisasi untuk
mencegah anthrax. Pasteur menyebut bakteri yang telah avirulen tersebut engan
vaccin dari bahasa latin vaccayang artinya sapi dan imunisasi dengan biakan
tersebut dikenal dengan vaksinasi.
Dengan vaksinasi tersebut Pasteur mengenali atau mengetahui hasil kerja
sebelumnya yang dilakukan oleh Edward Jenner (1749 – 1823) yang telah sukses
memfaksinasikan para pekerjanya di peternakan yang telah terkena copox dari
ternak sapinya tetapi tidak pernah berkembang menjadi serius. Jenner menduga
bahwa karena terbiasa menghadapi cowpox akan mencegahnya dari serangan
smallpox. Untuk membuktikan hipotesisnya ini Jener menginokulasi James Phipps
pertama dengan materi yang menyebabkan cowpox yang diambil dari luka,
kemudian dengan agen smallpox. Anak laki-laki tersebut tidak menunjukkan gejala
smallpox. Nama Pasteur selanjutnya dikenal dimana-mana dan oleh banyak orang
dianggap sebagai peneliti tentang mikroorganisma yang ajaib. Untuk itu ia diminta
membuat vaccin pencegah hidrofobia atau rabies, penyakit yang ditularkan ke
manusia melalui gigitan anjing, kucing, atau binatang yang terinfeksi lainnya.
Pasteur adalah seorang ahli kimia, bukan dokter dan Pasteur tidak biasa
memperlakukan manusia. Disamping kenyataan bahwa penyebab penyakit rabies
adalah belum diketahui, tetapi Pasteur mempunyai keyakinan yang kuat bahwa itu
adalah mikroorganisma. Ia dapat membuat kelinci terkena penyakit setelahdiinokulasi dengan saliva anjing. Selanjutnya Pasteur dan asistennya mengambil
otak dan tulang belakang kelinci tersebut dan mengeingkannya dan membuatnya
menjadi larutan. Anjing yang diinokulasi dengan campuran tersebut dapat terhindar
dari rabies. Akan tetapi vaksinasi terhadap anjing sangat berbeda dengan manusia.
Pada bulan Juli 1885, seorang anak laki-laki bernama Joseph Meister digigit oleh
serigala dan keluarganya membujuk Pasteur untuk menginokulasi anak tersebut.
Kekawatiran Pasteur dan orang-orang menjadi berkurang setelah anak laki-laki
tersebut tidak mati. Selanjutnya Pasteur menjadi terkenal dan memperoleh banyak
dana yang kemudian digunakan untuk mendirikan Institute Pasteur di Paris yang
sangat terkenal.
Chemoterapi
Chemoterapi telah dilakukan selama ratusan tahun. Misalnya; merkuri telah
digunakan untuk mengobati syilis pada tahun 1495 dan kulit kayu pohon kina
(cinchona) digunakan untuk mengobati malaria. Orang tahu bahwa tumbuhan
berperan sebagai sumber bahan untuk chemoterapi.
Paul Erlich meulai chemoterapi modern dengan membuat ‘magig bullet’
senyawa kimia yang dapat membunuh mikroba spesifik penyebab sifilis tanpa
membahayakan orangnya. Ia menyebut camouran tadai dengan ‘salvarsan’ yang
terbukti sangat efektif membasmi bakteri penyebab sifilis. Untuk penemuan tersebut
Ia mendapat Nobel tahun 1908. Alexander Fleming (1881 – 1955) menemukan
penicilin, senyawa kimia yang dihasilkan mikroorganisma jamur Peniceliium notatum.
Fleming menduga bahwa jamur tersebut menghasilkan sesuatu yang menghambat
pertumbuhan bakteri. Tulisannya mengenai hal tersebut tidak mendapat perhatian
sampai 10 tahun kemudian saat peneliti dari Universitas Oxford mencoba
menemukan senyawa antibakteri yang berasal dari mikroorganisma. Sebagian dari
riset ini untuk mengobati korban perang dunia kedua dan penyakit ternak. Peneliti
yang dipimpin oleh Howard W.Florey dan Ernst Chain melakukan pengobatan
dengan penicilin yang hasilnya sangat memuaskan. Penicilin selanjutnya dianggap
sebagai ‘miracle drug’. Dan bertiga, Florey, Chain dan Fleming mendapat Nobel
untuk penemuan tersebut.
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS WEB SITE
2
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN
BERBASIS WEB SITE
Abstract
Latar belakang : gejala gangguan kesehatan mental yang muncul mulai dari gangguan kecemasan, depresi, panik
hingga gangguan jiwa yang berat seperti Schizoprenia, bahkan tindakan bunuh diri, semakin mewabah di tengah
masyarakat. Dari sekian jumlah penderita yang ada baru 8% yang mendapatkan pengobatan yang memadai,
sedangkan selebihnya tidak tertangani. Di Indonesia hanya 3,5 persen penderita gangguan jiwa berat yang
mendapatkan terapi oleh petugas kesehatan.
Pembahasan : diagram Sequence yang terlihat pada gambar 7 menggambarkan administrator yang dihadapkan
pada tampilan halaman login dimana sistem meminta admistrator memasukkan username dan password, setelah
administrator memasukkan username dan password maka sistem akan mengecek apakah username dan password
itu benar atau salah. Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program.
Kesimpulan : Perancangan model web site informasi pendidikan kesehatan jiwa berbasis XML webservice ini
diharapkan dapat menanggulangi perbedaan sistem yang ada dan mempercepat akses penyampain informasi
mengenai kesehatan jiwa. Pelayanan asuhan keperawatan harus selalu dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu dan
tekhnologi sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari asuhan yang diberikan
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gejala gangguan kesehatan mental yang muncul mulai dari gangguan kecemasan, depresi,
panik hingga gangguan jiwa yang berat seperti Schizoprenia, bahkan tindakan bunuh diri,
semakin mewabah di tengah masyarakat. Dari sekian jumlah penderita yang ada baru 8%
yang mendapatkan pengobatan yang memadai, sedangkan selebihnya tidak tertangani. Di
Indonesia hanya 3,5 persen penderita gangguan jiwa berat yang mendapatkan terapi oleh
petugas kesehatan. (http://www.abiesudiono.co.cc)
Krisis ekonomi dunia dan semakin beratnya tuntutan ekonomi masyarakat saat ini
mengakibatkan jumlah penderita gangguan jiwa di dunia, dan di Indonesia khususnya
semakin meningkat. Diperkirakan sekitar 50 juta atau 25 persen dari 220 juta penduduk
Indonesia mengalami gangguan jiwa akibat krisis ini
Rumah Sakit Jiwa Dr Aminogondho Utomo sebagai rumah sakit jiwa terbesar di Jawa
Tengah melayani perawatan klien gangguan jiwa dengan menggunakan pendekatan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP). Namun dari seluruh pasien yang dirawat dalam
satu tahun terakhir hampir 5.8 % mengalami kekambuhan. Asuhan keperawatan yang selalu
dikembangkan mutunya ternyata tidak mampu mencegah kekambuhan pada pasien.
Kekambuhan ini terjadi karena kurangnya suport sistem keluarga dalam merawat klien
setelah pulang ke rumah.
Dari hasil survei yang dilakukan bidang perawatan RSJ di 3 ruang kelas 1 dan 2 terhadap
keluarga pasien yang dirawat periode Januari-Juni 2010, kurang lebih 75% menyatakan
bahwa keluarga kurang mendapat informasi tentang bagaimana cara merawat klien gangguan
jiwa di rumah agar tidak kambuh. Pihak rumah sakit sebenarnya telah memfasilitasi keluarga
untuk mendapatkan informasi tentang cara perawatan pasien gangguan jiwa di rumah melalui
kunjungan keluarga secara reguler. Mulai pertengahan tahun 2009 bahkan rumah sakit telah
4
memfasilitasi keluarga untuk meningkatkan ketrampilan melakukan perawatan pasien
gangguan jiwa melalui program Self Help Group (SHG).
Rata-rata keluarga menyatakan tidak memiliki cukup waktu untuk mengikuti program
pertemuan keluarga yang diadakan oleh pihak rumah sakit karena faktor kesibukan dengan
pekerjaan dan jauhnya jarak tempat tinggal dengan rumah sakit. Hal ini yang menyebabkan
keluarga lebih memilih tidak mengikuti program tersebut.
Melihat permasalahan tersebut di atas sudah selayaknya dikembangkan health education
berbasis tekhnologi yang mampu menjangkau seluruh masyarakat. Keluarga pasien tidak
harus datang setiap minggu ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi tersebut namun
cukup dengan mengakses melalui WEB. Kunjungan keluarga secara reguler tetap dibutuhkan
namun dengan periode waktu yang lebih panjang agar kemampuannya mempraktekkan
informasi yang didapat dapat dievaluasi oleh tim keperawatan rumah sakit.
B. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan:
1. Merancang sistem informasi pendidikan kesehatan berbasis tekhnologi multimedia yang
menarik untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mencari pusat informasi tentang
penangan klien gangguan jiwa secara mandiri yang dikelola oleh RSJ Dr
AMINOGODHO UTOMO.
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara perawatan klien gangguan jiwa.
3. Mencegah kekambuhan pada klien gangguan paska perawatan di rumah sakit.
4. Memberikan Informasi yang up to date tentang penggunaan terapi modalitas untuk
menangani klien gangguan mental emosional dan gangguan jiwa berat secara jelas,
lengkap, efisien dan menarik.
5
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Sistem Informasi Pendidikan Kesehatan Berbasiskan Web
Aplikasi berbasis web sangat unik, karena baik data provider, business ervices, dan user interface
terletak pada server. Kemajuan internet saat ini juga didukung oleh adanya kemajuan dalam
pengembangan aplikasi berbasiskan web Client dapat berinteraksi dengan sistem dibantu sebuah
aplikasi berupa browser. Bentuk model aplikasi berbasis web dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar. 1. Aplikasi berbasiskan web

B. Macromedia Flash
Macromedia Flash merupakan perangkat lunak yang mempunyai kemampuan yang lebih dalam
menampilkan multimedia, gabungan antara grafis, animasi, suara, serta interaktivitas bagi
pengguna internet. Action Script adalah bahasa pemrogaman yang digunakan dalam Macromedia
Flash untuk mengontrol objct-object yang ada di dalamnya. peningkatan kemampuan
actionScript pada Flash MX ini disertai dengan kemampuan implementasi object-oriented
programming, termasuk pembuatan custum object classes dan inheritance. Pada Flash MX 2004,
6
Flash MX dapat berkomunikasi dengan dunia luar dalam beberapa cara:
(1) Get URL Method, merupakan cara termudah dan paling banyak digunakan untuk menjangkau
dunia luar Flash. Pada dasarnya, getURL mengirimkan request HTTP ke browser.
(2) Load Variables, perintah ini dapat memanggil situs Web, script, atau file teks, dan
mengambil data darinya. Contoh format tersebut adalah:
Var1=data&var2=data2&var3=data3&....
C. XML Web Service
Web services sangat potensial bagi perkembangan kolaborasi aplikasi B2B (Business to
business). Web Service merupakan alternative yang dapat digunakandalam model aplikasi NTier.
Fungsi-fungsi yang mendukung business logic dari suatu sistem dapat dibuat dalam web
services sehingga dengan demikian sistem yang dibuat nantinya akan dapat digunakan dalam
platform manapun, melalui bahasa pemograman apapun bahkan dengan menggunakan web
service yang sama user dapat menggunakan device apa pun untuk berinteraksi dengan sistem
(PDA, WAP, Smartphone, dan lain lain ).

Gambar. 2. Device yang dapat berinteraksi dengan system
7
D. MySQL
MySQL adalah sebuah software yang Open Source. sehingga bebas dipakai dan dimodifikasi
oleh semua orang. Setiap orang dapat mendownload MySQL dari internet dan
menggunakannya tanpa perlu membayar. FiturMySQL didukung sepenuhnya oleh bahasa
pemrograman C, C++, Eiffel, Java, Perl, PHP, Python dan Tcl untuk mengakses database
MySQL. MySQL dapat bekerja pada banyak platform yang berbeda, termasuk juga di
dalamnya windows. Sistem privilege dan password dapat terjaga kerahasiaannya, dapat di
verifikasi berdasarkan nama host-nya. Password terjaga kerahasiaannya karena semua
password disimpan dalam keadaan terenkripsi.
E. PHP
PHP (Personal Home Page) merupakan bahasa scripting yang open source dan digunakan
untuk membuat situs web yang dinamis dan powerful. PHP menyediakan kemampuan untuk
melakukan koneksi terhadap berbagai macam database diantaranya: Adabas, dBase, Empree,
FilePro, Informix, Interbase, mSQL, MySQL, Oracle, PostgreSQLQL, Solid, Sybase,
velocis, dan beberapa database jenis dbm milik Unix. XML (eXtensible Markup Language)
juga didukung oleh PHP. XML adalah format lain dari HTML yang memisahkan isi atau
informasi yang disimpan oleh halaman web dari presentasi dari halaman tersebut. PHP
mendukung proses upload file (seperti yang disebutkan oleh RFC-1867) binary atau file teks.
PHP dapat membaca dan men-setting cookie pada HTTP. PHP mempunyai regular
expression untuk memanipulasi string yang kompleks.
F. Infrastruktur
Jaringan, adalah beberapa komputer yang saling terhubung dan saling bertukar
informasi.
Standarisasi Sistem Jaringan
8
BAB III
PEMBAHASAN
A. Perancangan Siste
Perancangan sistem website Pusat Informasi Kesehatan jiwa ini menggunakan UML, adapun
urutan perancangan untuk diagram-diagram tersebut adalah :
1. Diagram Sequence
Diagram Sequence yang terlihat pada gambar 7 menggambarkan administrator yang dihadapkan
pada tampilan halaman login dimana sistem meminta admistrator memasukkan username dan
password, setelah administrator memasukkan username dan password maka sistem akan
mengecek apakah username dan password itu benar atau salah. Apabila username atau password
salah maka akan tampil pesan kesalahan dan sistem meminta kembali memasukkan username
dan password.

Gambar. 4. Diagram Sequence Login Admistrator
9
2. Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program. Halaman yang akan ditampilkan
pertama kali saat masuk ke Website Pusat Informasi Kesehatan JIWA adalah halaman home,
yang merupakan halaman pembuka, di halaman home ini terdapat menu menu untuk masuk
kedalam halaman lain yaitu home, info kesehatan jiwa, diskusi, konsultasi , dan info fasilitas
kesehatan.
Menu info kesehatan jiwa berisi mengenai pengetahuan dasar mengenai masalah kesehatan
jiwa, penyebabnya, cara perawatan dan cara pengobatannya.
Menu Diskusi adalah menu yang merupakan wadah bagi pengunjung untuk melakukan
diskusi mengenai kesehatan jiwa. Untuk melakukan diskusi pengunjung terlebih dahulu harus
melakukan pendaftaran , setelah itu pengunjung baru dapat masuk ke ruangan diskusi dengan
melakukan login atau melakukan logout untuk keluar dari ruangan diskusi.
Menu Berita berisikan informasi terbaru tentang masalah kesehatan jiwa dan cara penanganan
baik melalui pendekatan keperawatan maupun medis.
Menu Konsultasi adalah menu yang dapat melakukan Tanya jawab secara langsung dengan
menggunakan fasilitas instant messenger, dalam menu ini terdapat submenu daftar messenger.
Menu Info fasilitas kesehatan berisi Informasi mengenai fasilitas kesehatan Rumah Sakit
Marzoeki Mahdi Bogor.
Tampilan layar home:
Info gg Jiwa Diskusi Berita Konsultasi Info Fasilitas
Logo
Animasi
BERITA TERBARU WELCOME PAGE LINK
FOOTER
Gambar. 5. Struktur Navigasi Website
10
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Dengan system iformasi kesehatan jiwa berbasis web ini consumer akan memperoleh
informasi yang seluas-luasnya tentang masalah kesehatan mental emosional yang terjadi
di masyarakat dan cara pencegahannya.
2. Perancangan model web site informasi pendidikan kesehatan jiwa berbasis XML
webservice ini diharapkan dapat menanggulangi perbedaan sistem yang ada dan
mempercepat akses penyampain informasi mengenai kesehatan jiwa.
3. Penyusunan program ini juga akan membantu keluarga yang memiliki anggota keluarga
yang mengalami gangguan jiwa pada masa pemulihan untuk belajar cara perawatan di
rumah melalui web site yang sudah dikemas dengan tekhnologi multimedia.
B. Saran
1. Pendidikan kesehatan berbasis tekhnologi memerlukan sumber daya keperawatan yang
menguasai tekhnologi informasi sehingga perlu disosialisaikan secara menyeluruh.
2. Pelayanan asuhan keperawatan harus selalu dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu dan
tekhnologi sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari asuhan yang
diberikan.
11
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia Bahasa Indonesia. (2010). Sistem Informasi Manajemen. http://
Wikipedia/org/system/wiki Diunduh 12 Oktober 2010
http://eprints.ums.ac.id/1446/1/9._Arum_Pratiwi.pdf. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
http://www.smeru.or.id/report/annual/annual2007/annual2007.pdf. di unduh tanggal 28 Oktober
2010
http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=12&hid=110&sid=c4f57d6e-6616-
43c1-9e26-fd3f2cbcb8bc%40sessionmgr113. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
http://www.hellisindonesia.or.id/new/data/loknas2010/makalah-udayana.pdf. di unduh tanggal
28 Oktober 2010
http://www.pdf-searcher.com/EVALUASI-DAN-PEMETAAN-IMPLEMENTASI-ELEARNING-
DI-PERGURUAN-TINGGI.html. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
http://kur2003.if.itb.ac.id/file/IF1282_NotasiFungsional.pdf. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
Mutia Ismail, (2004), Konsep Sistem Informasi Manajemen.
library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-mutia. Diunduh 24 Oktober 2010
http://www.pdf-searcher.com/pdf/jurnal-sistem-informasi-keperawatan.html. di unduh tanggal 28
Oktober 2010
http://www.sfcg.org/sfcg/evaluations/indonesia.pdf. di unduh tanggal 29 Oktober 2010
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v22/InfoLinux2005/PDF-LINUX-0205/42_Bisnis_02.pdf. di unduh
tanggal 30 Oktober 2010
http://www.usu.ac.id/id/files/panduan/keperawatan.pdf. di unduh tanggal 29 Oktober 2010
http://ict.binus.edu/file/research/Paper_Revisi_Renan.pdf. di unduh tanggal 30 Oktober 2010
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN
BERBASIS WEB SITE
Abstract
Latar belakang : gejala gangguan kesehatan mental yang muncul mulai dari gangguan kecemasan, depresi, panik
hingga gangguan jiwa yang berat seperti Schizoprenia, bahkan tindakan bunuh diri, semakin mewabah di tengah
masyarakat. Dari sekian jumlah penderita yang ada baru 8% yang mendapatkan pengobatan yang memadai,
sedangkan selebihnya tidak tertangani. Di Indonesia hanya 3,5 persen penderita gangguan jiwa berat yang
mendapatkan terapi oleh petugas kesehatan.
Pembahasan : diagram Sequence yang terlihat pada gambar 7 menggambarkan administrator yang dihadapkan
pada tampilan halaman login dimana sistem meminta admistrator memasukkan username dan password, setelah
administrator memasukkan username dan password maka sistem akan mengecek apakah username dan password
itu benar atau salah. Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program.
Kesimpulan : Perancangan model web site informasi pendidikan kesehatan jiwa berbasis XML webservice ini
diharapkan dapat menanggulangi perbedaan sistem yang ada dan mempercepat akses penyampain informasi
mengenai kesehatan jiwa. Pelayanan asuhan keperawatan harus selalu dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu dan
tekhnologi sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari asuhan yang diberikan
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gejala gangguan kesehatan mental yang muncul mulai dari gangguan kecemasan, depresi,
panik hingga gangguan jiwa yang berat seperti Schizoprenia, bahkan tindakan bunuh diri,
semakin mewabah di tengah masyarakat. Dari sekian jumlah penderita yang ada baru 8%
yang mendapatkan pengobatan yang memadai, sedangkan selebihnya tidak tertangani. Di
Indonesia hanya 3,5 persen penderita gangguan jiwa berat yang mendapatkan terapi oleh
petugas kesehatan. (http://www.abiesudiono.co.cc)
Krisis ekonomi dunia dan semakin beratnya tuntutan ekonomi masyarakat saat ini
mengakibatkan jumlah penderita gangguan jiwa di dunia, dan di Indonesia khususnya
semakin meningkat. Diperkirakan sekitar 50 juta atau 25 persen dari 220 juta penduduk
Indonesia mengalami gangguan jiwa akibat krisis ini
Rumah Sakit Jiwa Dr Aminogondho Utomo sebagai rumah sakit jiwa terbesar di Jawa
Tengah melayani perawatan klien gangguan jiwa dengan menggunakan pendekatan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP). Namun dari seluruh pasien yang dirawat dalam
satu tahun terakhir hampir 5.8 % mengalami kekambuhan. Asuhan keperawatan yang selalu
dikembangkan mutunya ternyata tidak mampu mencegah kekambuhan pada pasien.
Kekambuhan ini terjadi karena kurangnya suport sistem keluarga dalam merawat klien
setelah pulang ke rumah.
Dari hasil survei yang dilakukan bidang perawatan RSJ di 3 ruang kelas 1 dan 2 terhadap
keluarga pasien yang dirawat periode Januari-Juni 2010, kurang lebih 75% menyatakan
bahwa keluarga kurang mendapat informasi tentang bagaimana cara merawat klien gangguan
jiwa di rumah agar tidak kambuh. Pihak rumah sakit sebenarnya telah memfasilitasi keluarga
untuk mendapatkan informasi tentang cara perawatan pasien gangguan jiwa di rumah melalui
kunjungan keluarga secara reguler. Mulai pertengahan tahun 2009 bahkan rumah sakit telah
4
memfasilitasi keluarga untuk meningkatkan ketrampilan melakukan perawatan pasien
gangguan jiwa melalui program Self Help Group (SHG).
Rata-rata keluarga menyatakan tidak memiliki cukup waktu untuk mengikuti program
pertemuan keluarga yang diadakan oleh pihak rumah sakit karena faktor kesibukan dengan
pekerjaan dan jauhnya jarak tempat tinggal dengan rumah sakit. Hal ini yang menyebabkan
keluarga lebih memilih tidak mengikuti program tersebut.
Melihat permasalahan tersebut di atas sudah selayaknya dikembangkan health education
berbasis tekhnologi yang mampu menjangkau seluruh masyarakat. Keluarga pasien tidak
harus datang setiap minggu ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi tersebut namun
cukup dengan mengakses melalui WEB. Kunjungan keluarga secara reguler tetap dibutuhkan
namun dengan periode waktu yang lebih panjang agar kemampuannya mempraktekkan
informasi yang didapat dapat dievaluasi oleh tim keperawatan rumah sakit.
B. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan:
1. Merancang sistem informasi pendidikan kesehatan berbasis tekhnologi multimedia yang
menarik untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mencari pusat informasi tentang
penangan klien gangguan jiwa secara mandiri yang dikelola oleh RSJ Dr
AMINOGODHO UTOMO.
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara perawatan klien gangguan jiwa.
3. Mencegah kekambuhan pada klien gangguan paska perawatan di rumah sakit.
4. Memberikan Informasi yang up to date tentang penggunaan terapi modalitas untuk
menangani klien gangguan mental emosional dan gangguan jiwa berat secara jelas,
lengkap, efisien dan menarik.
5
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Sistem Informasi Pendidikan Kesehatan Berbasiskan Web
Aplikasi berbasis web sangat unik, karena baik data provider, business ervices, dan user interface
terletak pada server. Kemajuan internet saat ini juga didukung oleh adanya kemajuan dalam
pengembangan aplikasi berbasiskan web Client dapat berinteraksi dengan sistem dibantu sebuah
aplikasi berupa browser. Bentuk model aplikasi berbasis web dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar. 1. Aplikasi berbasiskan web
B. Macromedia Flash
Macromedia Flash merupakan perangkat lunak yang mempunyai kemampuan yang lebih dalam
menampilkan multimedia, gabungan antara grafis, animasi, suara, serta interaktivitas bagi
pengguna internet. Action Script adalah bahasa pemrogaman yang digunakan dalam Macromedia
Flash untuk mengontrol objct-object yang ada di dalamnya. peningkatan kemampuan
actionScript pada Flash MX ini disertai dengan kemampuan implementasi object-oriented
programming, termasuk pembuatan custum object classes dan inheritance. Pada Flash MX 2004,
6
Flash MX dapat berkomunikasi dengan dunia luar dalam beberapa cara:
(1) Get URL Method, merupakan cara termudah dan paling banyak digunakan untuk menjangkau
dunia luar Flash. Pada dasarnya, getURL mengirimkan request HTTP ke browser.
(2) Load Variables, perintah ini dapat memanggil situs Web, script, atau file teks, dan
mengambil data darinya. Contoh format tersebut adalah:
Var1=data&var2=data2&var3=data3&....
C. XML Web Service
Web services sangat potensial bagi perkembangan kolaborasi aplikasi B2B (Business to
business). Web Service merupakan alternative yang dapat digunakandalam model aplikasi NTier.
Fungsi-fungsi yang mendukung business logic dari suatu sistem dapat dibuat dalam web
services sehingga dengan demikian sistem yang dibuat nantinya akan dapat digunakan dalam
platform manapun, melalui bahasa pemograman apapun bahkan dengan menggunakan web
service yang sama user dapat menggunakan device apa pun untuk berinteraksi dengan sistem
(PDA, WAP, Smartphone, dan lain lain ).
Gambar. 2. Device yang dapat berinteraksi dengan system
7
D. MySQL
MySQL adalah sebuah software yang Open Source. sehingga bebas dipakai dan dimodifikasi
oleh semua orang. Setiap orang dapat mendownload MySQL dari internet dan
menggunakannya tanpa perlu membayar. FiturMySQL didukung sepenuhnya oleh bahasa
pemrograman C, C++, Eiffel, Java, Perl, PHP, Python dan Tcl untuk mengakses database
MySQL. MySQL dapat bekerja pada banyak platform yang berbeda, termasuk juga di
dalamnya windows. Sistem privilege dan password dapat terjaga kerahasiaannya, dapat di
verifikasi berdasarkan nama host-nya. Password terjaga kerahasiaannya karena semua
password disimpan dalam keadaan terenkripsi.
E. PHP
PHP (Personal Home Page) merupakan bahasa scripting yang open source dan digunakan
untuk membuat situs web yang dinamis dan powerful. PHP menyediakan kemampuan untuk
melakukan koneksi terhadap berbagai macam database diantaranya: Adabas, dBase, Empree,
FilePro, Informix, Interbase, mSQL, MySQL, Oracle, PostgreSQLQL, Solid, Sybase,
velocis, dan beberapa database jenis dbm milik Unix. XML (eXtensible Markup Language)
juga didukung oleh PHP. XML adalah format lain dari HTML yang memisahkan isi atau
informasi yang disimpan oleh halaman web dari presentasi dari halaman tersebut. PHP
mendukung proses upload file (seperti yang disebutkan oleh RFC-1867) binary atau file teks.
PHP dapat membaca dan men-setting cookie pada HTTP. PHP mempunyai regular
expression untuk memanipulasi string yang kompleks.
F. Infrastruktur
Jaringan, adalah beberapa komputer yang saling terhubung dan saling bertukar
informasi.
Standarisasi Sistem Jaringan
8
BAB III
PEMBAHASAN
A. Perancangan Siste
Perancangan sistem website Pusat Informasi Kesehatan jiwa ini menggunakan UML, adapun
urutan perancangan untuk diagram-diagram tersebut adalah :
1. Diagram Sequence
Diagram Sequence yang terlihat pada gambar 7 menggambarkan administrator yang dihadapkan
pada tampilan halaman login dimana sistem meminta admistrator memasukkan username dan
password, setelah administrator memasukkan username dan password maka sistem akan
mengecek apakah username dan password itu benar atau salah. Apabila username atau password
salah maka akan tampil pesan kesalahan dan sistem meminta kembali memasukkan username
dan password.
Gambar. 4. Diagram Sequence Login Admistrator
9
2. Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program. Halaman yang akan ditampilkan
pertama kali saat masuk ke Website Pusat Informasi Kesehatan JIWA adalah halaman home,
yang merupakan halaman pembuka, di halaman home ini terdapat menu menu untuk masuk
kedalam halaman lain yaitu home, info kesehatan jiwa, diskusi, konsultasi , dan info fasilitas
kesehatan.
Menu info kesehatan jiwa berisi mengenai pengetahuan dasar mengenai masalah kesehatan
jiwa, penyebabnya, cara perawatan dan cara pengobatannya.
Menu Diskusi adalah menu yang merupakan wadah bagi pengunjung untuk melakukan
diskusi mengenai kesehatan jiwa. Untuk melakukan diskusi pengunjung terlebih dahulu harus
melakukan pendaftaran , setelah itu pengunjung baru dapat masuk ke ruangan diskusi dengan
melakukan login atau melakukan logout untuk keluar dari ruangan diskusi.
Menu Berita berisikan informasi terbaru tentang masalah kesehatan jiwa dan cara penanganan
baik melalui pendekatan keperawatan maupun medis.
Menu Konsultasi adalah menu yang dapat melakukan Tanya jawab secara langsung dengan
menggunakan fasilitas instant messenger, dalam menu ini terdapat submenu daftar messenger.
Menu Info fasilitas kesehatan berisi Informasi mengenai fasilitas kesehatan Rumah Sakit
Marzoeki Mahdi Bogor.
Tampilan layar home:
Info gg Jiwa Diskusi Berita Konsultasi Info Fasilitas
Logo
Animasi
BERITA TERBARU WELCOME PAGE LINK
FOOTER
Gambar. 5. Struktur Navigasi Website
10
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Dengan system iformasi kesehatan jiwa berbasis web ini consumer akan memperoleh
informasi yang seluas-luasnya tentang masalah kesehatan mental emosional yang terjadi
di masyarakat dan cara pencegahannya.
2. Perancangan model web site informasi pendidikan kesehatan jiwa berbasis XML
webservice ini diharapkan dapat menanggulangi perbedaan sistem yang ada dan
mempercepat akses penyampain informasi mengenai kesehatan jiwa.
3. Penyusunan program ini juga akan membantu keluarga yang memiliki anggota keluarga
yang mengalami gangguan jiwa pada masa pemulihan untuk belajar cara perawatan di
rumah melalui web site yang sudah dikemas dengan tekhnologi multimedia.
B. Saran
1. Pendidikan kesehatan berbasis tekhnologi memerlukan sumber daya keperawatan yang
menguasai tekhnologi informasi sehingga perlu disosialisaikan secara menyeluruh.
2. Pelayanan asuhan keperawatan harus selalu dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu dan
tekhnologi sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari asuhan yang
diberikan.
11
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia Bahasa Indonesia. (2010). Sistem Informasi Manajemen. http://
Wikipedia/org/system/wiki Diunduh 12 Oktober 2010
http://eprints.ums.ac.id/1446/1/9._Arum_Pratiwi.pdf. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
http://www.smeru.or.id/report/annual/annual2007/annual2007.pdf. di unduh tanggal 28 Oktober
2010
http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=12&hid=110&sid=c4f57d6e-6616-
43c1-9e26-fd3f2cbcb8bc%40sessionmgr113. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
http://www.hellisindonesia.or.id/new/data/loknas2010/makalah-udayana.pdf. di unduh tanggal
28 Oktober 2010
http://www.pdf-searcher.com/EVALUASI-DAN-PEMETAAN-IMPLEMENTASI-ELEARNING-
DI-PERGURUAN-TINGGI.html. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
http://kur2003.if.itb.ac.id/file/IF1282_NotasiFungsional.pdf. di unduh tanggal 28 Oktober 2010
Mutia Ismail, (2004), Konsep Sistem Informasi Manajemen.
library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-mutia. Diunduh 24 Oktober 2010
http://www.pdf-searcher.com/pdf/jurnal-sistem-informasi-keperawatan.html. di unduh tanggal 28
Oktober 2010
http://www.sfcg.org/sfcg/evaluations/indonesia.pdf. di unduh tanggal 29 Oktober 2010
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v22/InfoLinux2005/PDF-LINUX-0205/42_Bisnis_02.pdf. di unduh
tanggal 30 Oktober 2010
http://www.usu.ac.id/id/files/panduan/keperawatan.pdf. di unduh tanggal 29 Oktober 2010
http://ict.binus.edu/file/research/Paper_Revisi_Renan.pdf. di unduh tanggal 30 Oktober 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)